EDUKASI TENTANG JAJANAN SEHAT ANAK


EDUKASI TENTANG JAJANAN SEHAT ANAK DI SDN 101234 KILANG PAPAN, SIPIROK TAPANULI SELATAN TAHUN 2023



Desa Kilang Papan ,Kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan (13/03/2023). Tim Kelompok Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan mendapatkan dukungan dari pihak sekolah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah promosi kesehatan dan memberikan penyuluhan dengan tema "Edukasi tentang jajanan sehat anak" kebeberapa kelas. Salah satu mahasiswa yang turut andil dalam mewujudakn sekolah bersih dan sehat, berkesempatan menyampaikan sebuah edukasi terkait jajanan sehat. Kegiatan tersebut bertujuan agar para siswa mampu memahami perbedaan anatara jenis-jenis jajanan sehat dengan jajanan yang buruk bagi kesehatan dari segi penampilan kandungannya.



Edukasi jajanan sehat dilakukan menggunakan media pembelajaran berupa ceramah dan video animasi. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengertian jajanan, kandungan gizi yang baik pada jajanan, kandungan buruk dan ciri fisik jajanan yang tidak sehat.

Video animasi berupa vidio pencerdasan yang menceritakan seorang siswa jatuh sakit akibat jajanan sembarangan. Pemilihan media pembelajaran yang disesuaikan dengan sasaran edukasi sangat penting dilakukan agar para siswa memahami pesan yang disampaikan dengan mudah serta tetap antusias.

Teman-teman pasti sering membeli jajanan saat berada di sekolah atau dilingkungan sekitar rumah.
    Tapi sudah kah membeli jajanan yang sehat? berikut akan dijelaskan tentang edukasi jajanan sehat di SDN 101234 Kilang Papan, Sipirok Tapanuli Selatan.
    Ada banyak jenis jajanan yang dijual di sekitar teman-teman. Dari jajanan dengan rasa gurih, asin, pedas, hingga manis.
    Tapi sebaiknya perhatikan lagi lebih teliti jenis jajanan mana yang sehat.
Dengan mengonsumsi jajanan sehat, Teman-teman tidak akan mudah sakit.



Jajanan Sehat
    

Jajanan sehat adalah panganan, kudapan, atau cemilan yang memiliki nilai gizi serta tidak menyebabkan orang yang mengonsumsi mengalami gangguan kesehatan.
    
Konsumsi jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak. Anak-anak seringkali membeli makanan diluar dan tidak memperhatikan kebersihan serta kandungan yang ada pada makanan tersebut.
 
Hasil riset Kesehatan Dasar menunjukkan prevalensi kanker anak usia 0-14 Tahun, yaitu 16.291 kasus. Saat ini diperkirakan jauh meningkat jumlah kasusnya. Meskipun timbulnya kanker tidak langsung terlihat setelah anak  mengkonsumsi jajanan tersebut, tetapi pencegahan dan antisipasi tetap harus dilakukan secara dini. Edukasi kepada anak perlu dilakukan agar anak memiliki pengetahuan untuk membedakan jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. karena kita ketahui bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang.

Pengetahuan tentunya tidak hanya diberikan kepada anak saja, namun edukasi kepada orang tua juga sangat diperlukan. Orang tua memegang peranan penting dalam mengontrol dan mengawasi konsumsi makanan pada anak. Orang tua dapat di edukasi agar tidak memiliki kebiasaan memberikan uang jajan kepada anak. Uang jajan dapat digantikan dengan penyiapan dan pemberian bekal sehat kepada anak. Hal ini dapat menghindarkan anak dari perilaku jajan diluar. Bekal dapat terdiri dari makanan pokok dan jajan sehat yang ibu buat secara mandiri dan  hygienis dirumah.
  
Selain itu, pastikan juga jajanan yang dibeli memiliki kandungan karbohidrat, vitamin, hingga lemak sehat.
untuk memilih jajanan yang sehat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.


1. Hindarilah makanan yang berwarna mencolok atau jauh berbeda dari aslinya 


Menurut Ir. Chandra Irawan dari Akademi Kimia Analis (AKA) Bogor, jajanan seperti kerupuk , mie, snack atau eskrim yang berwarna terlalu mencolok ada kemungkinan sudah ditambahi zat pewarna yang tidak aman. 


2. Amati Komposisinya


Jadilah konsumen cerdas dengan membaca secara teliti kandungan bahan makanan yang ada. Bila ingin membeli produk impor, pastikan produknya sudah terdaftar dan memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan yang bisa dicermati dari label dalam kemasan. 

3. Tidak memiliki bahan pengawet


Jajanan sehat sebaiknya tidak memiliki campuran bahan pengawet yang bisa berbahaya untuk tubuh.

Untuk yang belum, bahan pengawet yang dimaksud seperti formalin atau boraks.
Kedua zat tersebut tidak bisa digunakan untuk makanna karena bisa berdampak pada gangguan kesehatan anak.

4. Perhatikan Teksturnya


Tekstur makanan bisa menandakan kesegaran makanan. Makanan yang sudah berubah warna, apalagi berjamur, menandakan produk yang sudah kadaluwarsa.

Nah, itu syarat jajanan sehat yang harus dipeduni agar tidak mengganggu kesehatan tubuh. Dengan terlaksananya edukasi jajanan sehat dengan jajanan tidak menurut segi kandungan gizi serta penampilannya. Tidak hanya itu, para siswa dapat memilih jajanan yang akan dikonsumsi dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemberian Poster dan Brosur Kesehatan Mental Sebagai Media Upaya Edukasi Peningkatan Kesejahteraan Psikologis